Breaking News
"Berita" adalah sajian informasi terkini yang mencakup peristiwa penting, fenomena sosial, perkembangan ekonomi, politik, teknologi, hiburan, hingga bencana alam, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Kontennya disusun berdasarkan fakta dan disampaikan secara objektif, akurat, dan dapat dipercaya sebagai sumber referensi publik.
Grab
Grab
Klik Disini Klik Disini Klik Disini Klik Disini

Masuk Periode Monsun Asia, Tarakan Potensi Bencana Hidrometrologi, Begini Penjelasan BMKG

Nunukan – Masuk Periode Monsun Asia Potensi bencana Hidrometeorologi masih akan terjadi di Kaltara termasuk di Tarakan. Apalagi saat ini sudah memasuki periode Monsun Asia.

Dikatakan Kepala BMKG Tarakan, M Sulam Khilmi, periode Monsun Asia identik dengan udara basah. Dimana angin yang berembus dari Asia ke Indonesia, mengandung banyak sekali uap air.

“Ini bisa meningkatkan pertumbuhan awan-awan hujan. Karena tingginya pertumbuhan awan-awan hujan, maka, meningkatkan potensi hujan juga,” ujarnya.

M Sulam Khilmi mengatakan, dalam seminggu ke depan, di Kaltara, secara umum,intensitas hujan diprediksi pada kategori menengah.

Ini yang dijadikan acuan bahwa fenomena-fenomena cuaca seperti hujan intensitas sedang hingga lebat, bisa berdampak atau berpotensi terjadi bencana-bencana hidrometrologi.

“Seperti genangan banjir, atau mungkin longsor. Bencana-bencana hidrometrologi adalah bencana-bencana yang terjadi oleh fenomena meningkatnya intensitas curah hujan,” ungkap M Sulam Khilmi.

Baca Juga : Keberangkatan Haji 2026, Tarakan Dapat Tambahan Kuota 49 Orang, Masa Tunggu Antrean Jadi 26 Tahun

Masuk Periode Monsun Asia
Masuk Periode Monsun Asia

Menurut M Sulam Khilmi, ini tidak berlaku di Tarakn tapi juga se-Kaltara. Dan detailnya dijelaskan di peringatan dini cuaca ekstrem harian yang ada disebarkan di grup-grup WA salah satunya.

“Sudah terinci, kabupaten mana saja, tanggal berapa, nanti tiap hari akan diupdate untuk 3 hari ke depan,” ucap M Sulam Khilmi.

Ia mengungkapkan, jika melihat kondisi yang terjadi di Sumatera karena saat ini Sumatera juga dilanda hujan, apakah di Kaltara bisa terjadi demikian?

M Sulam Khilmi menegaskan kembali lagi kepada dinamika atmosfer. Intinya semakin rendah tekanan, maka semakin tinggi peluang peningkatan intensitas curah hujan.

“Itu yang selalu kita pantau. Dan saat ini juga di utara Indonesia, di Laut Filipina, sedang tumbuh bibit siklon. Kami BMKG terus pantau apakah ada kemungkinan berkembang jadi siklon,” jelasnya.

Jika berkembang menjadi siklon, maka tekanannya semakin rendah, kemudian kecepatan anginnya semakin tinggi.

Ketika tekanan semakin rendah, maka akan lebih banyak menarik uap air. Nah, kemudian, lanjutannya, ketika uap airnya makin banyak, potensi pertumbuhan awan hujannya juga makin meningkat.

“Nah, ini yang harus diwaspadai oleh masyarakat, karena dampaknya ketika terjadi, terbentuk siklon, selain intensitas hujan yang tinggi, juga salah satu dampaknya lagi adalah naiknya ketinggian gelombang di wilayah perairan Kaltara,” ungkapnya.

Ia berharap nelayan tetap waspada dan terus memantau update cuaca BMKG. “Alhamdulillah kalau teman-teman nelayan, ketua nalayannya sudah ada grup-grup sendiri, jadi ada grup khusus dan update,” jelasnya.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *